SELAMAT DATANG DI BLOG PADEPOKAN UBHE SINTIKA
Tampilkan postingan dengan label Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2012

PERAN KELUARGA


Terkadang dalam kehidupan sehari hari, para suami suka merendahkan peran istri dalam rumah tangga. Padahal pada kenyataannya istri sangat berperan, bahkan boleh dibilang lebih banyak peran yang dimainkan seorang istri dibandingkan suami. Coba kita bayangkan, mulai dari tugas rutin seperti mengurus rumah, anak, melayani kebutuhan suami dan tak jarang tugas yang semestinya dijalankan seorang suami dalam mencari nafkah juga dikerjakan oleh istri.

Meski demikian, sekali lagi dalam kenyataannya peran yang demikian itu oleh sebagian suami kurang dihargai. Masih saja suami menuntut lebih, seolah tak mau tahu dengan kondisi fisik yang dialami sang istri karena lelahnya dalam menjalankan tugas rumahnya. Seperti misalnya ketika suami pulang larut malam, istri terlelap tidur sehingga tidak mendengar suami memintanya membuka pintu, lalu suami marah besar karena hal tersebut, atau saat pagi hari karena sibuk mengurusi keperluan anak sampai lupa membuatkan kopi atau sarapan untuk suami, sehingga tak jarang terjadilah kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) yang berujung pada perceraian dengan alasan karena tidak ada kecocokan. Ada kalanya perlakuan kasar terhadap istri dengan alasan karena istri tidak patuh, tidak melayani suami dengan baik dll, alasan yang dijadikan senjata oleh suami.

Padahal dalam islam penghargaan suami terhadap peran istri menjadi tolak ukur dalam hal keimanan seorang muslim, sebagaimana yang di sabdakan oleh Rasullullah SAW dalam salah satu hadistnya, dari Abul Hasan Al-Fira, dari Muhammad bin Ghalib Al-Baghdadi, dari Al- Hasan bin Ali, dari Al- Fadhl bin Sahl, dari Ibnu Atikah, dari Anas bin Malik RA , ia berkata: “Rasulullah SAW ditanya, Siapakah orang mukmin yang paling sempurna imannya?, Beliau bersabda, Yang paling baik akhlaknya kepada keluarganya,”. Lalu siapa contoh yang dapat ditiru dalam hal hubungan suami istri yang paling baik kalau bukan Rasullullah Muhammad SAW.

Dalam suatu riwayat dikisahkan, tatkala beliau pulang dan istrinya tidak membukakan pintu, beliau rela tidur diteras rumah, sampai pada pagi harinya saat membuka pintu sang istri kaget melihat baginda Rasul tidur diluar tanpa alas. Apa yang dikatakan beliau pada sang istri, bukannya caci maki tapi kata-kata maaf nan lemah lembutlah yang keluar dari bibirnya, bahwa dia tidak ingin mengganggu istirahat istrinya. Atau ketika bajunya sobek beliaupun rela menjahitnya sendiri tanpa minta di bantu istrinya. Bahkan panggilan kesayangan kerap keluar dari bibir beliau saat memanggil istri-istrinya. Subhanallah… Seorang sahabat, Umar RA pun mencontohkan kepada kita tentang bagaimana kita harus memperlakukan istri sebagai teman dan pendamping hidup.

Suatu ketika ada seorang yang ingin mengadukan perihal keadaan istrinya. Saat sampai di rumah khalifah dia mendengar Ummu Kalsum sedang bertengkar dengannya. Orang itupun lalu berkata “saya ingin mengadukan tentang kelancangan istriku kepadaku, akan tetapi karena mendengar hal serupa dalam rumah tanggamu, maka saya kembali”, Umar berkata “Kita harus memaafkannya, karena ia mempunyai hak yang harus kita laksanakan. Pertama, Ia merupakan penghalang bagiku dari api neraka, dimana hatiku merasa tenteram dan jauh dari hal yang haram. Kedua, ia menjadi penjaga rumah ketika aku pergi dan ia pula yang menjaga hartaku, Ketiga, ia menjadi tukang cuci pakaiannku. Keempat, ia menjadi ibu bagi anak-anakku. Kelima, ia menjadi tukang masak makananku. ”Lalu orang itu berkata “istriku juga begitu, maka apa yang engkau maafkan atasnya saya juga memaafkannya.”

Lalu apa saja kewajiban suami terhadap istri?, Abu Laits As-Samarkandi mengatakan, ada Lima hal hak istri yang harus ditunaikan oleh suami :
1.    Suami tidak membiarkan istrinya keluar rumah tanpa ada hal penting, karena istri merupakan aurat dan keluarnya dihadapan orang banyak menyebabkan dosa dan merusak kesopanan.
2.    Suami harus mengajarkan ilmu agama, terutama ilmu dalam beribadah yang wajib seperti cara berwudhu, sholat, puasa dan lainnya.
3.    Memberikannya makanan yang halal, karena makanan yang haram akan menjadikan daging yang tumbuh karenanya menjadi bahan bakar api neraka. Memberikannya pun akan diganjar pahala oleh Allah SWT, Rasullulah Muhammad SAW bersabda, “Dinar itu ada empat macam, yakni yang kamu nafkahkan di jalan Allah, dinar yang kamu berikan untuk orang miskin, dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, dan dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu. Yang paling banyak pahalanya adalah dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu .”
4.    Tidak boleh menganiayanya, karena istri adalah amanat baginya. Dari Abu Hurairah RA, Rasullullah SAW bersabda, “Barang siapa mengawini seorang perempuan dengan mas kawin yang telah ditentukan, sedangkan ia berniat untuk tidak memenuhinya maka ia berbuat zina dan barangsiapa yang mempunyai hutang sedangkan ia berniat untuk tidak mengembalikannya maka ia adalah pencuri.” Dari Abul Qasim Asy-Syananadzi dengan sanad dari Al-Hasan Al-Bashri dari Rasullullah SAW, ”Berpesan pesanlah yang baik dengan para istri karena sesungguhnya mereka tidak memiliki apa-apa atas diri mereka sendiri di sisimu, dan sesungguhnya kamu mengambil mereka dengan amanat Allah dan kamu menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah SWT.”
5.    Bila timbul perasaan yang tidak baik, hendaklah bersabar dan anggaplah sebagai peringatan baginya, jangan sampai terjadi yang lebih berbahaya dari yang telah terjadi. Yang paling penting dan harus selalu di ingat oleh para suami adalah bahwa mereka adalah pemimpin dalam rumah tangga, suatu saat apa yang dilakukan terhadap istri mereka di dunia kelak akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.

Dari Al-Hakim Abul-Hasan As-Sardiri, dari Abu Ahmad Al-Hawani, dari Al-Abbas bin Muhammad, dari Yahya bin Muin, dari Abu Hafsin Al-Abar, dari Hajadah, dari Athiyah Al-Aufi, dari Ibnu Umar RA, Rasululah Muhammad SAW bersabda: “Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang imam yang diikuti oleh orang banyak adalah pemimpin dan akan ditanya kepemimpinannya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin atas penghuni rumahnya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam harta tuannya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Ingatlah masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

Selasa, 19 Juni 2012

KEHIDUPAN

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN
TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..

Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

( Disadur dari Buku Sepatu Dahlan Iskan)

Jumat, 11 Mei 2012

RENUNGAN MALAM


Suatu malam pandangilah wajah wajah polos yang tertidur pulas tanpa beban disekelilingmu. dimana disana engkau temua wajah ayah, ibu, adik, kakak, kakek,nenek, teman teman dan sahabatmu. Pandangi dan renungkanlah bila mereka esok tak bangun... lagi... Teman dan saudaraku, janganlah hanya permasalahan sedikit, perbedaan pandangan menjadikan pertengkaran diantara kalian. Renungkanlah pahit dan manisnya kebersamaan kalian adalah suatu perjalanan hidup yang penuh cerita suka dan duka. Bayangkan bila salah satu dari mereka tidur dan tidak kembali, betapa kita akan merasa kehilangan dan penuh penyesalan karena telah sering bertengkar.

Dan pergilah berjalan ketanah lapang dan tak kau dapati hal duniawi, jauh dari rumah jauh dari rumah mewahmu, jauh dari orang yang engkau cintai, jauh dari kedudukan yang engkau idam idamkan dan engkau banggakan. Disana... ditanah lapang itu, pejamkanlah matamu dan rasakanlah desiran angin malam yang bertiup ditelingamu... Dengarkanlah...

Kelak bila kematian telah menghampirimu tak akan berguna lagi rumah mewah, mobil mewah, istri cantik, suami tampan, anak anak yang cantik dan lucu lucu, sawah yang luas, ladang yang luas, kedudukan yang tinggi, sahabatmu dimeja makan... Bila dalam hidupmu tidak engkau gunakan untuk beramal soleh dengan sesama dan mengabdi kepada Allah karena semata mata Taqwa.

Merenung dan banyak banyaklah merenung disaat sedang sendiri... karena kesendirian itu akan menyelimutimu disaat ajal telah menjemputmu...

Sudahkah kita berbakti untuk Ibu, Ayah, Istri, Suami kita... Sudah kah kita menjadi orang tua yang bertanggung jawab atas pendidikan anak anak kita, Sudah kah kita menyayangi sesama, Sudahkah kita berkorban untuk agama kita, Sudah kah kita berjuang untuk negara kita...
Atau sebaliknya malah kita menjadi manusia yang menyebalkan dengan siapa pun karena selalu menjadi beban mereka....
Renungkanlah...

Pejamkan matamu... Ingat apa yang telah kamu perbuat hari ini. Kebaikan atau keburukan... amal soleh atau amal kejahatan... Sudahkah kita mematuhi perintah Allah... Sanggupkah kita meninggalkan apa yang dilarang Allah yang menjanjikan kenikmatan sesaat...

Sudahkah kita hari ini tersenyum dan membahagiakan orang lain dengan senyuman itu...

Diam, Pejamkan mata dan Renungkan...
Berpikirlah hari ini untuk hari esok... atau kehilangan hari esok karena hari ini tak berfikir...

Selamat malam...

Selasa, 08 Mei 2012

MERAIH KESEMPURNAAN HIDUP


Apakah hidup yang anda jalani saat ini telah sesuai dengan keinginan semua manusia yaitu mencapai kesempurnaan hidup?
Bagaimana Anda tahu dalam hidup ini anda telah meraih "Kesempurnaan Hidup" ?
Apa yang anda bayangkan ketika mendengar "Kesempurnaan Hidup" ? Terlintaskah dalam pikiran Anda "Kesempurnaan Hidup" ialah ketika kita kita memiliki harta yang banyak? Pasangan yang tampan atau cantik? Anak yang tampan atau cantik? Seperti itu kah "Kesempuenaan Hidup" yang hakiki?
Sedikit tulisan ini akan membuka mata anda dalam tentang "Kesempurnaan Hidup"
Oke pertama kita bahas sedikit tentang matematika.

Lihat perkalian dan pertambahan cantik ini.

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321


1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10 = 1111111111


9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888


Hebat kan?


Dan coba lihat simetri ini:


1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321


Sekarang lihat ini


101% dari sudut pandang matematika:
Apakah 101% sama dengan 100%?
Apakah ia berarti LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang berkata 100% untuk menyatakan kepastian atau keyakinan seseorang akan sesuatu. Contoh : "Saya jamin 100% anda akan jadi orang sukses nantinya."
Namun pernahkah kita mendengar atau berkata lebih dari 100% dalam memastikan sesuatu?


Apakah nilai 100% dan 101% dalam hidup?
100 % kita umpamakan dengan "Kesuksesan".
101 % kita umpamakan dengan "Kesempurnaan Hidup".
Bagaimana agar MENCAPAI 101% atau "Kesempurnaan Hidup"?
Mungkin sedikit formula matematika di bawah bisa membantu mendapatkan jawabannya.


Jika:
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ


Digambarkan sebagai:


A = 1
B = 2
C = 3
D = 4
E = 5
F = 6
G = 7
H = 8
I   = 9
J = 10
K = 11
L = 12
M = 13
N = 14
O = 15
P = 16
Q = 17
R = 18
S = 19
T = 20
U = 21
V = 22
W = 23
X = 24
Y = 25
Z = 26


Sekarang kita subtitusikan kedalam kata-kata berikut :


KERJA KERAS


11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%


H-A-R-D-W-O-R-K


8 +1 +18 +4 +23 +15 +18 +11 = 98%
KERJA KERAS => Hampir mendekati Kesuksesan (100%)




PENGETAHUAN


11 +14 +15 +23 + 12 5 +4 +7 + 5 = 96%
PENGETAHUAN => Hampir mendekati Kesuksesan (100%)


SIKAP


19 + 9 + 11 + 1 + 16 + 4 + 9 + 18 + 9 = 96%


Dalam Bahasa Inggris;


A-T-T-I-T-U-D-E


1 +20 +20 +9 +20 +21 +4 +5 = 100%
SIKAP => Cara untuk meraih kesuksesan (100%).


Sikap diri atau attitude adalah yang hal utama untuk mencapai Kesuksesan dalam hidup kita. Jika kita bekerja keras sekalipun tetapi jika tidak memiliki attitude yang positif dalam diri kita, kita masih belum dapat mencapai 100% untuk meraih Kesuksesan.
Lalu bagaimana cara meraih "Kesempurnaan Hidup" ? Ini dia caranya.




LOVE OF GOD


12 +15 +22 +5 +15 + 6 +7 +15 +4 = 101%


atau


SAYANG ALLAH


19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%


Dari keterangan diatas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa cinta kepada Allah (Taqwa) adalah hal utama yang harus kita miliki dalam usaha meraih kesempurnaan di dalam hidup ini. Jika anda telah menanamkan Cinta kepada Allah, maka anda layak mendapatkan gelar manusia dengan "Kesempurnaan Hidup".